Be the one who love everyone.It's better than be the one who beloved by everyone

KENALI HATI MU

 Peran hati terhadap seluruh anggota badan ibarat raja terhadap para prajuritnya. Semua tunduk kepadanya. Karena perintah hatilah istiqomah atau penyelewengan itu ada. Begitu pula dengan semangat untuk bekerja. Rasulullah Shalallahu alaihi Wa Salam bersabda: “Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati. (HR Bukhari dan Muslim) 

Hati adalah raja. Seluruh tubuh adalah pelaksana seluruh titahnya, siap untuk menerima hadiah apa saja. Aktivitasnya tidak dinilai benar jika tidak diniatkan dan dimaksudkan oleh sang hati. Di kemudian hari, hati akan ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.

Maka, pembenaran dan pelurusan hati merupakan perkara yang paling utama untuk diseriusi oleh orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula dengan mengkaji penyakit-penyakit hati dan metode mengobatinya merupakan bentuk ibadah yang utama bagi ahli ibadah.

Macam-Macam HatiHati bisa hidup dan bisa mati. Sehubungan dengan itu, hati dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu hati yang sehat, hati yang mati, dan hati yang sakit.

Hati yang sehat adalah hati yang selamat. Pada hari kiamat nanti, barangsiapa yang menghadap allah Subhanahu Wa Ta’ala tanpa membawanya tidak akan selamat. Allah berfirman:
“Adalah hari yang mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali ornag yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.” (QS. Asy-Syuara: 88 – 89)

Hati yang selamat didefiniskan sebagai hati yang terbebas dari setiap syahwat, keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah dan dari setiap syubhat, ketidakjelasan yang menyeleweng dari kebenaran. Hati ini selamat dari beribadah kepada selain Allah dan berhukum kepada selain Rasulullah. Ubudiyahnya murni kepada Allah. Iradahnya, mahabbahnya, inabahnya, ikhbatnya, khasyyah-nya, raja’nya, dan amalnya, semuanya lillah, karenaNya. Jika ia mencinta, membenci, memberi, dan menahan diri, semuanya karena Allah. Ini saja tidak dirasa cukup. Sehingga ia benar-benar terbebas dari sikap tunduk dan berhukum kepada selian Rasulullah. Hatinya telah terikat kepadanya dengan ikatan yang kuat untuk menjadikannya sebagai satu-satunya panutan, dalam perkataan dan perbuatan. Ia tidak akan berani bersikap lancang, mendahuluinya dalam hal aqidah, perkataan atau pun perbuatan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang berfirman, janganlah kalian bersikap lancang (mendahului) Allah dan RasulNya, dan bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS Al-Hujurat: 1)

Hati yang mati adalah hati yang tidak mengenal siapa Rabbnya. Ia tidak beribadah kepadaNya dengan menjalankan perintahNya atau menghadirkan sesuatu yang dicintai dan diridhaiNya. Hati model ini selalu berjalan bersama hawa nafsu dan kenikmatan duniawai, walaupun itu dibenci dan dimurkai oleh Allah. Jika ia mencinta, membenci, memberi, dan menahan diri, semuanya karena hawa nafsu. Hawa nafsu telah menguasainya dan lebih ia cintai daripada keridlaan Allah. Hawa nafsu telah menjadi pemimpin dan pengendali baginya. Kebodohan adalah sopirnya, dan kelalaian adalah kendaraan baginya. Seluruh pikirannya dicurahkan untuk menggapai target-target duniawi. Ia diseru kepada allah dan negeri akhirat, tetapi ia berada di tempat yang jauh sehingga ia tidak menyambutnya. Bahkan ia mengikuti setiap setan yang sesat. Hawa nafsu telah menjadikannya tuli dan buta selain kepada kebatilan. Bergaul dengan orang yang hatinya mati ini adalah penyakit, berteman dengannya adalah racun, dan bermajlis dengan mereka adalah bencana.

Hati yang sakit adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit. Ia akan mengikuti unsur yang kuat. Kadang-kadang ia cenderung kepada ‘kehidupan’, dan kadang-kadang pula cenderung kepada ‘penyakit’. Padanya ada kecintaan, keimanan, keikhlasan dan tawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang merupakan sumber kehidupannya. Padanya pula ada kecintaan dan ketamakan kepada syahwat, hasad, kibr, dan sifat ujub, yang merupakan sumber bencana dan kehancurannya. Ia ada di antara dua penyeru; penyeru kepada Allah, Rasul, dan hari akhir, dan penyeru kepada kehidupan duniawi. Seruan yang akan disambutnya adalah seruan yang paling dekat, paling akrab.

Demikianlah, hati yang pertama adalah hati yang hidup, khusyu’, tawadlu’, lembut dan selalu terjaga. Hati yang kedua adalah hati yang gersang dan mati. Hati yang ketiga adalah hati yang sakit, kadang-kadang dekat kepada keselamatan dan kadang-kadang dekat kepada kebinasaan.

Diambil dari: Tazkiyah An-Nafs Konsep Penyucian Jiwa Menurut Para Salaf, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, Ibnu Rajab Al-Hambali, Imam Ghazali, Penerbit Pustaka Arafah

Comments on: "KENALI HATI MU" (1)

  1. Konsep mengelola hati, akal dan pikiran, juga dibahas dalam buku TA TAHZAn, buku HIDUP ADALAH SEOLAH-OLAH, buku TAZKIYAH NAFS, buku Manejemn QALBU. semoga sucinya hati kita bisa menyinari akhlak serta amal perbuatan kita. amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: