Be the one who love everyone.It's better than be the one who beloved by everyone

Yang Harus Di ketahui Tentang Obat

(1)

 

        Obat adalah senyawa kimia yang sangat kuat. Disamping manfaat yang besar, obat berpotensi untuk mendatangkan malapetaka. Karena itu semakin lengkap pengetahuan tentang obat dan bagaimana cara menggunakannya secara tepat dan aman, anda akan lebih banyak memetik manfaatnya. Sebetulnya banyak penyakit dan cedera ringan yang bisa di rawat di rumah dengan obat – obatan yang bisa di beli  tanpa resep dokter. Tetapi sebelum anda mengobati diri sendiri, pelajarilah masalah kesehatan anda dan lihat apakah anda perlu konsultasi dengan dokter. Apabila anda memutuskan bahwa anda tidak perlu ke dokter tetapi tidak tahu jenis obat yang harus anda beli, bertanyalah kepada apoteker di apotik terutama untuk jenis obat tanpa resep.

        Perlu anda ketahui bahwa ada beberpa jenis obat yang tidak boleh di minum oleh wanita hamil. Beberapa jenis lagi tidak boleh diminum bersamaan waktunya dengan jenis obat yang lain karena mungkin obat – obat tsb akan saling menetralisir ataupun malah saling menguatkan sehingga efeknya malah merugikan dsb. Karena itu jangan menunggu pertanyaan, langsung berikan keterangan kepada apoteker tentang hal – hal berikut ini :

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>gejala – gejala yang ingin di hilangkan

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Riwayat alergi terhadap suatu obat ataupun adanya riwayat alergi dalam keluarga

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Bila hamil atau sedang menyusui

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Anda sedang atau baru saja minum obat atau obat dari resep dokter untuk masalah kesehatan yang sedang dialami, alkohol, antacid, pil kontrasepsi, obat batuk, pil diet, obat pencahar, anti rasa sakit,obat tidur, vitamin dan zat mineral.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Apabila sedang diet tertentu misalnya diet garam dan gula.

       

PENTING UNTUK DI KETAHUI

        Ketika menerima obat, baik dari dokter maupun apoteker, jangan meninggalkan tempat sebelum mengetahui dengan pasti cara menggunakan obat tersebut. Dengarkan dengan baik petunjuk yang diberikan secara lisan dan cocokan dengan label yang di tulis pada bungkus obat. Jangan malu bertanya, apabila kurang jelas tentang apa saja atau ingin tahu lebih banyak lagi. Paling tidak anda harus tahu beberapa hal berikut ini :

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Tujuan pemakaian obat

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Nama dan isi obat, yang seharusnya tercantum di label

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Cara pemakaian yang seharusnya tercantum di label. Aktivitas /makanan/minuman/obat lain yang harus di hindari.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Efek samping yang mungkin timbul dan cara mengatasinya

 

        Petunjuk cara pemakaian kadang – kadang kurang jelas misalnya “Minum obat setiap 6 jam. Minum obat sebelum makan.” Apabila masih belum jelas, bertanyalah sampai benar – benar jelas. Petunjuk yang kelihatan sederhana memang artinya sudah tepat, tetapi kurang tersirat pada petunjuk yang singkat tersebut, contoh :

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Setiap 6  atau 8 jam, ini berarti jarak minum obat harus tepat sesuai petunjuk, tiap 6 atau 8 jam.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Tiga kali sehari, lebih fleksibel, artinya anda bisa minum obat di pagi, siang dan malam hari

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Minum setelah makan, artinya obat harus diminum selama atau segera sesudah makan.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Minum sebelum makan, artinya obat di minum antara 2 jam setelah makan terakhir sampai 1 jam sebelum makan lagi.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Minum obat sewaktu perut kosong, artinya sama dengan minum sebelum makan.

 

CARA PENYIMPANAN OBAT YANG BENAR

        Sangat penting untuk menyimpan obat secara benar. Apabila tidak, obat akan mengalami perubahan kimiawi yang mungkin menyebabkan obat menjadi tidak manjur atau malah membahayakan.

        Menyimpan obat dengan benar juga untuk memastikan bahwa obat digunakan oleh orang yang memerlukan. Karena itu ikutilah petunjuk cara penyimpanan obat di bawah ini :

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Simpan obat di botol aslinya (untuk mencegah perubahan kimiawi, setiap obat perlu tempat tersendiri dari plastik atau gelas, warna gelap atau terang. Apabila tempat tidak sesuai, obat akan rusak.)

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Hindarkan dari panas, sinar dan keadaan lembab (misal : jauh dari lampu, sinar matahari langsung, dapur dan kamar mandi.)

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Jangan disimpan di kulkas, kecuali sesuai petunjuk.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Jangan menyimpan bermacam – macam jenis obat dalam satu tempat, meskipun bila tempat aslinya memang dari bahan yang sama. Setiap obat harus disimpan dalam tempat aslinya lengkap dengan labelnya.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Simpanlah obat – obat yang diminum, terpisah dari obat – obat luar (tidak melalui mulut)

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Simpanlah jauh dari jangkauan anak – anak, misalnya di tempat yang tinggi, laci yang terkunci atau botol yang tidak mudah di buka oleh anak – anak.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Jangan meletakan obat – obatan yang secara rutin digunakan (misalnya untuk diabetes, darah tinggi, atau kontrasepsi) di sebelah tempat tidur atau emari es, dimana anak – anak bisa dengan mudah menjangkaunya.

 

KAPAN HARUS BERHENTI MINUM OBAT

Obat dengan Resep dokter.

        Semua obat keras dengan tanda khusus K di dalam lingkaran berwarna merah dengan garis tepi hitam harus dengan resep dokter.

        Apabila dokter atau apoteker anda belum menjelaskan, bertanyalah tentang penggunaan obat – obatan resep dokter sebagai berikut :

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Berapa lama obat harus diminum

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Apabila timbul efek samping, bolehkah berhenti minum obat ?

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Apabila merasa lebih baik, bolehkah berhenti minum obat ?

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Apa yang harus dilakukan bila lupa minum obat satu kali ?

        Penting sekali untuk menanyakan pertanyaan diatas untuk setiap obat karena mungkin jawabannya akan berbeda – beda. Contohnya : obat pereda rasa sakit bisa di hentikan bila sakit telah hilang, tetapi satu paket antibiotika harus dihabiskan meskipun anda sudah merasa sehat. Apabila timbul efek samping, obat harus segera dihentikan dan segera berkonsultasi ke dokter atau unit pelayanan  kesehatan lainnya seperti UGD atau Puskesmas terdekat.

 

Obat tanpa resep dokter.  

        Contoh obat ini adalah obat yang mengandung paresetamol digunakan untuk meredakan rasa sakit dan menurunkan panas. Jika setelah 2 hari panas tidak turun atau 5 hari sakit belum juga reda, harap segera ke dokter atau unit kesehatan lainnya.

        Ingatlah ! Sebagian besar obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter, fungsi utamanya hanya untuk meringankan gejala dan mengobati penyakit ringan. Jadi obati diri sendiri hanya untuk beberapa hari saja, Apabila gejala menetap, maka konsultasikan ke dokter.

        Obat tanpa resep dokter terdiri dari :

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Obat bebas, dengan tanda khusus lingkaran berwarna hijau, dengan garis tepi hitam

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Obat bebas terbatas, dengan tanda khusus lingkaran warna biru dengan garis tepi hitam

 

KAPAN OBAT HARUS DIBUANG ?

Obat dengan resep dokter.

        Obat dengan resep dokter yang tersisa harus di buang segera setelah penyakitnya sembuh. Sisa obat tersebut tidak boleh disimpan untuk digunakan lagi di lain kesempatan atau malah di pakai orang lain. Setiap obat mungkin mungkin menimbulkan reaksi yang  berlainan pada orang yang berbeda. Namun untuk obat – obat antibiotik harus dihabiskan sesuai petunjuk dokter meskipun gejala penyakitnya sudah tidak dirasakan lagi.

 

Obat tanpa resep dokter

        Ingatlah bahwa semua obat akan mengalami perubahan dalam penyimpanan. Karena itu buanglah obat segera apabila :

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Telah melampaui tanggal yang tertera dalam label atau kadaluarsa

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Tidak ada tanggal kadaluarsa, tetapi telah disimpan cukup lama

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Telah berubah warna/bentuk/keruh

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Label terlepas atau tidak jelas

Comments on: "Segala sesuatu tentang Obat" (8)

  1. kirim donk daftar obat tidur secepatnya ke http://www.Mukram_wahid@yahoo.com
    ===============
    untuk obat tidur bisa anda dapatkan di apotek/RS ,disana banyak macamnya
    tergantung berapa besar efeknya…..( obat tidur=CTM )

    makasih

  2. knapa ada obat yang diminum sebelum makan n ada yang harus di minum sesudah makan????apa ada hubungannya ama sistem digest???apa pengaruhnya???
    plizzz djawab yang cepet yach,,,,,,,,,

  3. apa penyebabna penyakit batu karang atau batu ginjal????berikan penjelasannya yang rinci ya !djawab ya please

  4. apa pengaruh cahaya atau logam (katalis) terhadap stabilitas obat?
    tolong jelaskan. jika bisa berikan buktinya.

  5. apa dampak jangka pendek maupun jangka panjang dari penggunaan obat pencahar, seperti dulcolax yang terus menerus.
    ==============================
    dear Tinta….
    logikanya ,semakin kita sering mengkonsumsi obat..maka tubuh kita akan kebal dengan obat2 tersebut dan kecil pengaruhnya jika mengkonsumsi obat lain yg fungsinya hampir/sama..
    saya sarankan se minimal mungkin kita mengkonsumsi obat,jika masih ada obat alternatif lain yg lebih alami…
    mudah2an sedikit info saya ini,ada manfaatnya..

    terimakasih

  6. tolong donk diberi penjelasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas obat…..????

  7. saya bekerja disebuah perusahaan distributor obat yang cukup besar, tetapi ditempat saya bekerja tidak terlalu memperdulikan bagaimana mereka menyimpan obat. seperti contoh pada label obat tertera simpan dibawah suhu 25 derejat celcius, tetapi kenyataannya obat tersebut disimpan didalam gudang yang bersuhu lebih dari 39 derajat celcius.pertanayaan saya bagaimana efek suhu penyimpanan yang begitu tinggi terhadap obat yang seharusnya disimpan dibawah 25 derajat celcius, dan tolong berikan saya refrensi efek suhu penyimpanan terhadap obat untuk saya dapat gunakan dalam proposal saya keperusahaan saya bekerja agar mau merubah kondisi gudang. saya sangat mengharapkan balasannya karena saya yakin suhu penyimpanan obat sangat berpengaruh terhadap kualitas obat ketika dikonsumsi. terima kasih

  8. bisnis modal ringan, memang bisnis pulsa. terima kasih artikelnya, saya tunggu ya? di website saya. makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: