Be the one who love everyone.It's better than be the one who beloved by everyone

Pacaran Sesuai Ajaran Islam Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Oleh: Dewan Asatidz   
Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb.

Selama ini ada beberapa macam pendapat tentang pacaran dalam sudut pandang Islam. Yang ingin saya tanyakan adalah sebenarnya menurut Islam pacaran itu boleh enggak?

Kalau boleh tolong beri alasan yang betul-betul bisa dimengerti, kalau tidak pun saya ingin alasan yang mudah dipahami.

Terus saya ingin tanyakan bagaimana sebaiknya bergaul dengan teman yang berlawanan jenis, soalnya kita kan hidup dengan manusia yang heterogen, dengan prinsip hidup yang berbeda-beda. Tolong beri solusi yang tepat berdasarkan aturan Islam.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawabannya.

Jazakallohu khairan katsiron.

Wassalamualiikum Wr. Wb.

Anna Rossana

Jawaban:

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sdri. Anna Rossana yang disayangi Allah,

Istilah berpacaran itu sendiri bisa diartikan berbeda, kalaulah pacaran yang saudari maksudkan adalah kisah sejoli yang hanya sekedar untuk menjalin hubungan kasih dua sejoli, untuk fun dan menjurus pada kemaksiatan, maka hal itu tidak diperbolehkan. Akan tetapi jikalau yang dimaksud “pacaranâ€? disini sebagai instrument untuk mengenal calon pendamping lebih jauh, dengan catatan batasan-batasan syar’i harus dijaga, maka boleh-boleh saja, karena dalam Islam itu sendiri ada istilah ta’aruf sebelum pernikahan. Tujuan ta’ aruf disini adalah sebatas untuk mengenal karakter calon pasangan kita, bukan untuk “having fun togetherâ€?. Pergi berduaan tanpa ditemani mahram atau keluarga, seharusnya dihindari. Karena kita tidak tahu apa yang bisa dan mungkin terjadi. Ketentuan ini ahrus tetap berlaku meskipun sudah dalam proses menuju pernikahan. Selama pernikahan belum terlaksana “si diaâ€? tetaplah non mahram. Batasan-batasan syariat juga harus tetap dijaga. Didalam sebuah hadist shohih Rasulullah saw. menegaskan “ Tidaklah diperkenankan bagi laki-laki dan perempuan untuk berkhalwat (berduaan), karena sesungguhnya ketiga dari mereka adalah syetan, kecuali adanya mahram.â€? (HR Ahmad dan Bukhari Muslim, dari â€کAmir bin Rabi’ah)

Menanggapi pertanyaan kedua, yaitu masalah pergaulan, memang betul apa yang dikatakan saudari Anna bahwa posisi kita saat ini sangatlah sulit. Dalam artian kita hidup dengan manusia yang mempunyai prinsip dan pandangan hidup yang berbeda. Bahkan di kota-kota besar masyarakat kita bisa dikatakan memiliki kecendrungan hidup bebas. Terkadang dengan kondisi seperti itu, kita menghadapi sebuah dilema bagaimana menempatkan diri dalam dunia pergaulan agar kita dapat diterima oleh lingkungan, dan keyakinan atau syariat islam pun tetap terjaga. Namun sebetulnya kaidah yang paling tepat dalam pergaulan, khususnya dengan lawan jenis, adalah pandai-pandai menempatkan diri dan menjaga hati. Usahakanlah untuk mengerti situasi kapan kita harus serius dan kapan harus santai, “think before you act” sangatlah penting.

Meskipun demikian, menjaga pandangan adalah sangat dianjurkan, namun inti dari ajaran ini adalah bagaimana kita menjaga hati. Istilahnya, untuk apa kita menundukkan pandangan, jika hati tidak kita tundukkan???.

Semua tergantung dari niat kita. Contohnya, dalam suasana kantor atau organisasi di mana kita dituntut untuk berinteraksi dengan orang banyak, baik laki-laki atau perempuan, kita tentu saja diperbolehkan mengadakan contact dengan lawan jenis. Pada prinsipnya, di mana maksud kita untuk kebaikan dan batasan-batasan syar’i tetap dijaga, semua sah-sah saja. Islam tidaklah pernah bertujuan untuk mempersulit , tapi justru mempermudah hidup kita. Segala yang disyariatkan sudah barang tentu demi kebaikan ummat manusia…

Etika pergaulan dalam islam adalah, khususnya antara lelaki dan perempuan garis besarnya adalah sbb:

  1. Saling menjaga pandangan di antara laki-laki dan wanita, tidak boleh melihat aurat , tidak boleh memandang dengan nafsu dan tidak boleh melihat lawan jenis melebihi apa yang dibutuhkan. (An-Nur:30-31)
  2. Sang wanita wajib memakai pakaian yang sesuai dengan syari’at, yaitu pakaian yang menutupi seluruh tubuh selain wajah, telapak tangan dan kaki (An-Nur:31)
  3. Hendaknya bagi wanita untuk selalu menggunakan adab yang islami ketika bermu’amalah dengan lelaki, seperti:
    • Di waktu mengobrol hendaknya ia menjahui perkataan yang merayu dan menggoda (Al-Ahzab:32)
    • Di waktu berjalan hendaknya wanita sesuai dengan apa yang tertulis di surat (An-Nur:31 & Al-Qisos:25)
  4. Tidak diperbolehkan adanya pertemuan lelaki dan perempuan tanpa disertai dengan muhrim.

Semoga jawaban kami dapat memuaskan saudari Anna.

Wassalam

Juanda Kusuma

Comments on: "Pacaran Sesuai Ajaran Islam" (11)

  1. […] Di satu sisi, pada kedua pihak terdapat satu kesamaan yang sangat mendasar. Keduanya sama-sama berprinsip: jangan dekati zina. […]

  2. cooL

    saya setuju itu, sebuah jawaban yg akan mengarahkan kita menjadi ‘langsung nikah wae’ pacaranne keri😀

    jzklh, thanks infona

  3. Salam kenal
    Menurut keyakinan kami, Islam tetap memberikan jalan keluar terhadap permasalahan2 yang dialami oleh umatnya. Dan atas dasar sepengetahuan kami bahwa untuk memasuki zona ‘pacaran Islami’ dalam istilah yang benar berdasarkan syariat Islam, harus adanya ‘akad pendahuluan’ yang bisa saja dilakukan oleh kedua belah pihak yang bersangkutan. Kedua belah ( kedua orang tua atau perwakilan mereka) duduk bareng membahas permasalahan tersebut. Juga bisa saja memberikan saran-sarannya menyangkut resiko atas hal-hal yang tidak diinginkan. Dan disitu juga akan memperoleh kesepakatan tentang batas waktu hingga pelaksanaan pernikahan.
    Wassalam.

  4. Haramkah percintaan pranikah?
    Para penentang pacaran islami berlandaskan dalil. Para pendukung pacaran islami pun berdasarkan dalil. Manakah dalil yang lebih kuat antara keduanya?
    Baca http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/

  5. hahaha,, pacaran islami pra-nikah,, BHULLSHIT,,!!!
    yang ada proses ta’aruf,, kalo mau diskusi masalah ini,,
    silahkan ke myquran,,!!

  6. mawar merah said:

    Ada pandangan yang menarik ttg pacaran islami, dari Ibnu Qayyim seperti yang dikupas di
    http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/

    NB: komentar al banna kotor & menjijikkan, sebaiknya dihapus

  7. […] Di satu sisi, pada kedua pihak terdapat satu kesamaan yang sangat mendasar. Keduanya sama-sama berprinsip: jangan dekati zina. […]

  8. kepada bapak siapapun yang saya hormati….saya ntu sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita..tapi saya tidak melakukan pacaran yang berlebihan dalam artian tidak mojok berdua/saling ciuman/yang lainnya..tapi cuma telponan biasa..kadang cee…bila sedang telponan bisa membangkitkan sahwat…nah yang saya tanyakan bagaimana hubungan yang saya lakukan menurut oandangan islam.dan bagaiman tindakan yang harus saya lakukan …?tapi kalau misalnya saya putusin pacar saya tu ga mungkin…

  9. Cintailah cinta dan jangan mencintai nafsu
    karna cinta adalah karunia ilahi yang begitu indah

  10. Habibah said:

    Askum…
    Bagaimanakah cara memilih calon suami yang baik?

    • pada dasarnya calon suami atau calon istri yg baik,berasal dari tempat yg baik juga..kalu kita mencari di tempat keramaian ( mall,pasar atau situs jejaring sosial,dll ) akan lebih baik jika kita mendapatkan nya ketika di masjid atau pondok pesantren.
      wallahualam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: