Be the one who love everyone.It's better than be the one who beloved by everyone

Kewajiban Berjama’ah  dan memakmurkan Masjid bagi para Ikhwan.

  
    ” Barang siapa mengerjakan sholat berjama’ah, maka ia telah mengisi penuh tubuhnya dengan ibadah. ” (Al Hadits)
  
    ” Shalat berjamah lebih utama daripada sholat sendirian, sebanyak dua puluh tujuh derajat. ” ( HR. Bukhari, Muslim, Nasa’i, Tirmidzi, Malik, dan Ahmad).

    Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi saw pernah menanyakan beberapa orang yang sering tidak menghadiri sholat berjama’ah bersama beliau dan beliau bersabda : ” Hampir – hampir aku memerintahkan seseorang untuk mengimami sholat, agar aku dapat pergi ke tempat orang – orang yang sering tidak menghadiri sholat berjama’ah, lalu memerintahkan agar rumah – rumah mereka di bakar dengan kayu bakar. Seandainya seseorang dari mereka mengetahui akan mendapat sepotong daging berlemak atau 2 anak panah sebagai hadiah untuk mereka yang hadir berjama’ah bersamaku, niscaya ia akan memerlukan datang menghadiri sholat isya’ di masjid. ” (HR, Bukhari , Muslim, Nasa’i)

    “Maukah aku beritahu apa yang dapat menghapus dosa – dosa dan mengangkat derajat ?” Para sahabat menjawab : ” Baik, ya Rasulullah. ” lalu beliau berkata lagi : ” Berwudhu dengan sempurna, menghilangkan kotoran – kotoran, banyak langkah yang diayunkan menuju masjid, dan menunggu sholat isya sesudah sholat maghrib.” (HR. Muslim)”

    Apabila kamu melihat orang yang terbiasa masuk masjid maka saksikanlah bahwa dia beriman karena sesungguhnya ALLAH telah berfirman dalam surat At – Taubah ayat 18 : “Hanyalah orang – orang yang memakmurkan masjid – masjid ALLAH lah orang – orang yang beriman kepada ALLAH dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada ALLAH. Maka merekalah orang – orang yang di harapkan termasuk golongan orang – orang yang mendapat petunjuk. ” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

    Beritakanlah kabar gembira kepada orang – orang yang berjalan kaki di malam gelap gulita menuju masjid bahwa bagi mereka cahaya yang terang benderang kelak di hari kiamat. (HR. Tirmidzi)

    ” Batas antara kita dengan orang – orang munafik adalah menghadiri sholat isya’ dan subuh. Sebab orang – orang munafik tidak sanggup menghadiri kedua sholat tersebut. ” (HR. Imam Malik )

    ” Sholat terberat bagi orang – orang munafik adalah sholat Isya’ dan Subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala yang ada pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya sekalipun harus merangkak ! ” (HR. Ahmad)

    ” Barang siapa yang sholat Isya’ berjamaah maka seakan – akan dia telah melaksanakan sholat setengah malam. Dan barangsiapa sholat subuh berjama’ah, maka seakan – akan dia telah melaksanakan sholat satu malam penuh. ” (HR. Muslim)

    ” Kalau sekiranya manusia mengetahui apa yang tersembunyi dalam adzan dan syaf pertama, maka mereka tidak akan mendapatkan bagian kecuali dengan jalan di undi di dalamnya, niscaya mereka akan ikut serta dalam undian guna mendapatkan shaf pertama. Dan jika mereka mengetahui apa yang didapatkannya dalam awal kedatangan shalat berjama’ah, niscaya mereka akan berlomba – lomba melakukannya. Dan jika mereka mengetahui apa yang ada pada sholat Subuh dan Isya,maka niscaya mereka akan mendatanginya walaupun merangkak. ” (HR. Al Bukhari)

    ” Barang siapa mengerjakan sholat – sholatnya selama empat puluh hari dalam jama’ah, tidak ketinggalan satu takbiratul ihram pun, maka ALLAH SWT akan menuliskan baginya dua kebebasan : kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari api neraka.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

    Kelak pada hari kiamat, ada sekelompok orang yang di bangkitkan dalam keadaan wajah – wajah mereka laksana bintang gemerlapan. Malaikat akan bertanya kepada mereka :” Apa gerangan amal – amal kalian ?” dan mereka pun menjawab, ” Kami dahulu apabila mendengar adzan segera bangkit dan berwudhu, tak satupun menyibukan kami darinya.”
    Kemudian akan di bangkitkan sekelompok orang lainnya, wajah – wajah mereka laksana bulan purnama, setelah di tanya mereka menjawab, ” Kami selalu berwudhu sebelum masuk waktu shalat. ”
    Dan terakhir, akan dibangkitkan sekelompok lainnya yang wajah – wajah mereka laksana matahari, mereka akan menjawab, ” Kami selalu mendengar adzan dari dalam masjid. “
 
    Moga bermanfaat dalam meraih Ridho ALLAH dan mencari bekal ‘pulang’ kelak. Hendak seperti bintang, bulan atau matahari kah cahaya di wajah kelak ? Jadilah salah satunya….

Manda Amalia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: