Be the one who love everyone.It's better than be the one who beloved by everyone

Menciptakan Hentakan-hentakan Hidup

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

“Wajib bagi seseorang yang cerdas untuk berusaha menggapai puncak yang bisa ia capai. Andaikata anak Adam bisa membayangkan bahwa ia sanggup ke langit, maka Anda akan melihat bahwa diamnya ia di bumi adalah perkara yang sangat di benci.” (Ibnul Jauzi)

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

Di perjalanan hidup kita ini, kita membutuhkan hentakan yang mewarnai langkah kaki kita. Hentakan itu adalah wujud rasa tanggung jawab dan proses pematangan jiwa untuk menjadi muslim yang tangguh. Muslim yang harus membuktikan kemusliman dirinya. Hentakan itu akan mendorong kita sejauh cita-cita yang kita harapkan. Tanpa hentakan, hidup adalah rutinitas yang datar, perjalanan yang sangat lambat, dan tidak sampai-sampai ke tujuan.

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

<!–[endif]–>

Hentakan hidup ada dua macam, pertama, yang diberikan Allah secara langsung tanpa kita kehendaki, biasanya bersifat ujian, atau musibah, bencana, atau semacamnya. Hentakan yang demikian harus kita hadapi dengan tabah. Bahkan kita harus kuat menghadapinya pada hentakan yang pertama. Sebab pada hentakan yang pertama itulah kesabaran kita benar-benar teruji. Dan kedua, hentakan yang kita ciptakan sendiri. Yaitu sebuah usaha yang sungguh-sungguh dengan segala daya dan kekuatan untuk mencapai apa yang kita cita-citakan. Karena bicara tentang hentakan hidup, berarti menbicaran hidup yang kita jalani.

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

Meskipun di puncak hentakan itu orang bisa gagal, tetaplah jangan pernah menyerah. Orang yang takut salah dan karenanya memilih untuk tidak berbuat apa-apa adalah tidak lebih baik dari orang yang berani mencoba meskipun gagal. Kemauan yang kuat mendorong seseorang untuk maju, sementara kemalasan dan kesombongan membuat seseorang terjatuh. 

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

Banyak yang tercecer seperti benang kusut yang terasa tidak bisa lagi diperbaiki, ternyata bisa diurai. Banyak ketakutan yang kemudian terbukti tidak beralasan. Banyak kesalahan yang sebenarnya karena ulah kita sendiri yang terlalu ceroboh.  Banyak potensi yang kita punya tapi tak terlihat karena tak kita gali. Jadi berani mencoba dan terus bermuhasabah diri adalah kata kuncinya.

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

Tentu harus disadari bahwa kebahagiaan selalu diawali dengan kelelahan. Maka, orang yang menghendaki kesuksesan dalam hidupnya haruslah memandang rendah kesulitan yang dihadapinya, dan bersabar terhadap kerasnya persaingan hingga dapat menggapai apa yang didambakan.

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

Ingatlah bahwa daun yang kering akan gugur karena ia tak diperlukan lagi. Bunga yang layu akan disingkirkan dari taman karena tidak lagi memberikan keindahan. Kita? Jika kita tidak mampu memberikan karya, arti atau manfaat dalam hidup ini, maka nasib kita mungkin saja seperti daun kering atau bunga yang layu. Tersingkir karena tak berarti apa-apa. Minimal, setiap kita bisa memberi manfaat dalam keluarganya. Karena keluarga adalah salah satu ruang kehidupan yang layak untuk diberi arti. 

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

Setiap kita menempati sebuah ruang kehidupan. Diruang itu kita menjalani proses menjadi. Dari tidak ada menjadi ada. Dari tidak punya menjadi punya. Dan proses di ruang kehidupan itu, seharusnya juga proses dari tak bisa menjadi bisa. Dari tidak memiliki menjadi bisa memberi. Setiap orang bisa memilih proses itu. Tapi hanya orang-orang besar yang memilih proses melelahkan. Sebab ia ingin lebih memberi dan memberi. Maka merekapun memahami arti hentakan-hentakan hidup sebagai pengungkit prestasi, karya dan amal shalih.

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

Karenanya, dari hari ke hari harus ada hentakan-hentakan hidup yang berani untuk kita coba lakukan. Namun, menciptakan hentakan-hentakan hidup, sesungguhnya adalah sebuah proses menuju perubahan baru dalam perjalanan hidup kita. Ia adalah sikap dan kesadaran yang mahal, yang tentu saja tak semua orang bisa melakukannya. Ini bukan masalah sanggup atau tidak sanggup, tapi mungkin kita hanya belum berani melakukannya walau hanya sekali. Ya, sebab hidup adalah pilihan.

 

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

Sumber : majalah Tarbawi

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>

regards,

ariesta widhie

<!–[if !supportEmptyParas]–> <!–[endif]–>


Pinpoint customers who are looking for what you sell.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: