Be the one who love everyone.It's better than be the one who beloved by everyone

Berjilbab Dengan Ilmu

( 3 )

 

Kondisi seperti ini sudah sangat sulit di temukan. Sekalipun kewajiban berhijab tersebut telah sangat jelas tertulis dalam al Qur’an dan di terangkan melalui sunnah Rasul, tetap saja mereka yang tidak berjilbab jumlahnya jauh lebih banyak dari yang berjilbab. Berjilbab disini adalah mereka yang menggunakan jilbab sesuai dengan ketentuan syariah. Bukan mereka yang menggunakannya secara asal – asalan.

 

Sebagian besar dari mereka yang belum berhijab, masih menyangsikan kebenaran ayat tersebut dengan berbagai dalih. Astaghfirullah, bagaimana mungkin kita menyangsikan firmanNya yang sudah pasti benar ? Ada yang berpendapat bahwa jilbab itu adalah sekedar budaya bangsa Arab. Para Feminis mengklaim jilbab sebagai belenggu kebebasan wanita, padahal jilbab justru menjadi sebuah pakaian takwa yang melindungi pemakainya dari fitnah. Bahkan pembenaran lain yang dilakukan oleh mereka yang belum berjilbab dengan mengatakan bahwa menjilbabi hati jauh lebih penting dari sekedar jilbab fisik. Yang penting itu hatinya dulu baru kepalanya. Jelas ini adalah ucapan dari mereka yang tidak faham sepenuhnya tentang arti jilbab. Karena mengelola hati dan terus menerus melakukan perbaikan dalam sikap juga cara berfikir harus dilakukan terus menerus sepanjang hidup kita. Dan jilbab membantu kita melakukan itu semua.

 

Islam adalah agama fitrah. Semua isi ajarannya tidak ada yang bertentangan dengan fitrah, bahkan melindungi fitrah manusia. Memberi ruang yang cukup bagi fitrah manusia sebagai makhluk sosial untuk berinteraksi dengan sesama. Islam justru memberikan panduan agar interaksi tersebut dapat berjalan dengan baik, bermartabat, juga menjunjung tinggi nilai kemuliaan yang ada pada manusia sehingga kita tidak terperosok ke dalam kebebasan semu yang justru sangat merugikan.

 

Jilbab sama sekali bukan belenggu, yang membatasi gerak dan langkah muslimah untuk bermuamalah. Justru sebaliknya sebagai landasan bermuamalah agar dapat berjalan dengan lebih baik, terhindar dari fitnah dan lebih memuliakan pemakainya, yang dalam ajaran Islam disebut saddudz dzara’i atau tindakan preventif. Menjaga kesucian, menutup pintu – pintu maksiat dan kemudharatan, dan mencegah berhembusnya fitnah.

 

Bagi laki – laki aturan menutup aurat sangat sederhana, hanya perlu menutupi bagian tubuh antara pusar hingga lutut. Namun tidak begitu halnya bagi perempuan yang seluruh tubuhnya adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan.

 

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri – istrimu, anak – anak perempuanmu dan istri – istri orang Mukmin : ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka tidak di ganggu. ALLAH maha Pengampun dan lagi Maha Penyayang.” (QS Al- Ahzab : 59.). Ayat tersebut masih di lengkapi dengan ketentuan lain sehubungan dengan menutup aurat :

  1. Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuh.
  2. Tidak terlalu tipis atau transparan, sehingga memperlihatkan lekuk – lekuknya
  3. Tidak menyerupai pakaian laki – laki
  4. Tidak meniru pakaian wanita kafir
  5. Tidak menggunakan wewangian yang mencolok dan menimbulkan syahwat.
  6. Tidak berlebihan dan menimbulkan kesombongan juga bukan untuk menarik perhatian orang lain.

Dalam perkembangannya beberapa golongan mulai melakukan pendangkalan jilbab sebagai sebuah formalitas kosong belaka. Padahal di dalam ketentuan itu terdapat semangat dan ruh untuk menjaga kesucian kaum wanita. Sebagian golongan mengatakan bahwa esensi berjilbab adalah sekedar kesopanan dalam berpakaian, yang paling penting adalah kefahaman terhadap standar kepantasan umum dan pembentukan akal budi. Sama dengan mereka yang beranggapan bahwa menjilbabi hati lebih penting daripada menjilbabi lahir. Sebenarnya Islam justru mengajarkan keseimbangan dalam berbagai hal, dalam hal inipun Islam memberi perhatian yang seimbang antara kepentingan memperbaiki diri dan menutup aurat. Keduanya saling mempengaruhi dan sama pentingnya dalam kehidupan manusia.

 

Kita lihat saat ini wanita berjilbab telah menjadi pemandangan sehari – hari. Lagi – lagi, sayangnya, kebanyakan dari mereka menggunkannya tanpa ilmu yang cukup. Filosofi jilbab belum di pahami secara utuh oleh pemakainya. Jilbab hanya sekedar trend pakaian dan mode belaka. Padahal di dalam jilbab terselip fungsi ta’lim (pengajaran), tazkiyah (penyucian), tarbiyah (pembinaan), tashfiyah (pemurnian cara pandang) juga tarqiyah (peningkatan kualitas kepribadian). Dari kurangnya ilmu tentang jilbab, kita lihat begitu banyak Muslimah berjilbab yang masih bebas bergaul dengan laki – laki yang bukan mahramnya, bergandengan tangan, berboncengan, berdua – duaan juga mereka yang menggunakan pakaian sexy namun berkerudung. Jangan sampai kita tergolong orang – orang yang masuk dalam indikator sebuah kemunafikan. Nau’dzubillahi min dzalik !

 

Dengan bekal pengetahuan yang cukup tentang syariat jilbab, tak ada lagi alasana bagi para orang tua Muslim untuk tidak memberi perhatian dan pengajaran yang cukup kepada putrinya untuk menyempurnakan pakaian takwanya sejak dini. Para orang tua tidak perlu mengekang putrinya namun mereka perlu mengendalikan hati dan pikirannya agar mengenal agama beserta segala aturannya dengan benar. Menanamkan kecintaan kepada ALLAH dan RASULNYA sejak dini, sama dengan memperkuat akar putra – putri mereka. Bila akarnya kuat, insya ALLAH akan kokoh dan tak mudah di ombang ambingkan angin. Jadi, sebaiknya mulailah memperkenalkan jilbab di rumah kita, selagi mereka masih kecil dan ajarkan mereka mencintai pakaiannya. Tidak perlu memaksa, namun membiasakannya serta memberi contoh akan lebih efektif.

 

Bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi orang yang beriman kalau ia enggan mengikuti perintah Allah swt ?

create from Imanda Blogs.( imanda.amalia.web.id )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: