Be the one who love everyone.It's better than be the one who beloved by everyone

Minggu pagi yang lalu ( 3 Agustus 2008 ) seperti biasanya aku
menikmati kamarku dengan nonton berita. Maklum masih pagi, jadi masih
malas untuk beraktivitas.
Tiba – tiba satu topik mengganggu pendengaranku. ” Goyang dangdut
erotis, di pesta hajatan ” setelah itu mataku yang terganggu dengan
pemandangan yang ada di layar kaca ! Masya ALLAH, seorang penyanyi
dangdut yang hanya di iringi oleh orgen tunggal, meliuk – liukan
tubuhnya dengan goyangan erotis yang jelas mengundang syahwat laki –
laki. Dan yang lebih mengganggu lagi ketika seorang bapak yang usianya
tidak lagi muda naik ke atas pentas dan menempelkan tubuhnya ke
belakang tubuh si penari sambil menyelipkan uang saweran di tempat yang
sangat pribadi …
Sambil ikut meliuk liukan tubuh sang bapak dengan sengaja
menempelkan (maaf) alat vitalnya ke tubuh sang penari, tidak merasa
terganggu si penari malah semakin bersemangat meliukan tubuh bahkan
gerakan nya nyaris seperti orang yang sedang melakukan hubungan badan.
Ironisnya pertunjukan gratis itu di tonton semua kalangan termasuk
anak – anak. Dengan wajah lugu mereka menyaksikan adegan yang tak
pantas itu. Masya ALLAH, miris hati ini melihat adegan tak semestinya
itu. Demi rupiah apa saja caranya tak lagi jadi penghalang. Ga peduli
dimana, siapa dan di tonton siapa. Ga peduli juga nantinya menimbulkan
efek apa bagi yang nonton…
Demi beberapa ratus ribu, aurat di gadaikan, dosapun di tuai. Nggak
tanggung – tanggung lagi, ngajak orang lain berbuat dosa juga ….
Aku jadi inget … Pertama kali goyangan yang heboh kaya gitu di
pelopori oleh seorang Inul daratista ! Dari situ terus berkembang ada
goyangan – goyangan lain yang sama erotisnya. Inul ngebor, ada lagi
goyang patah – patah (takut patah beneran euy …), trus goyang gergaji …
trus ada lagi goyangan – goyangan yang lain yang berusaha menandingi
satu sama lain. Semua ga jauh dari goyangan yang menggoyang syahwat
laki – laki. Huuuuh !!
Konon kabarnya (maklum ga pernah tau …) dari dulu dangdut ga seru
tanpa goyangan, tapi masih biasa – biasa aja dan ga bikin heboh. Inul
membuat dangdut lebih heboh di bandingin sebelumnya. Dari dia lalu
muncul ide penyanyi yang lain untuk mengkreasikan goyangan yang lain.
Kreativitas yang kurang sehat kalau ku pikir. Karena goyangan yang ada
kemudian ga jauh – jauh dari urusan syahwat. Bisa aja mereka berkelit
dengan bilang namanya juga hiburan. Tapi jangan lupa mbak – mbak
penyanyi dangdut yang terhormat ! hiburan anda berefek negatif !
Pernah ga siy, Inul, Anisa Bahar, Dewi Persik, dan pegoyang –
pegoyang lainnya menyadari apa efek yang di timbulkan dari goyangan
erotis mereka ? Sayangnya lagi semua dari mereka beragama ISLAM yang jelas – jelas oleh agamanya dilarang mempertontonkan auratnya !
Aku pengen banget tau, mereka punya nurani ga ? kalau tau ada seorang
bocah berusia 11 tahun memperkosa temannya yang berusia 8 tahun setelah
menyaksikan goyangan Inul. Dan berita di tv yang aku saksikan minggu
pagi itu, menyajikan kisah seorang gadis yang di perkosa ramai – ramai
oleh 3 orang pemuda setelah pulang dari nonton acara orgen tunggal
dengan penyanyi dangdut yang menyajikan goyangan erotis tadi. Punya
hati ga siy melihat efek dari kelakuan mereka yang begitu memilukan
hati ?
Aku jadi ingat bahwa kalau kita berbuat baik, amal ibadah itu akan
menemani kita bahkan sampai ketika kita sudah tiada. Yang memisahkan
kita dengan kenikmatan dunia itu adalah kematian, tapi 3 hal tidak
pernah terpisahkan bahkan oleh kematian. Amal ibadah kita, doa dari
anak yang saleh, dan ilmu yang bermanfaat yang di tularkan pada orang
lain. Kita memang tidak menanggung dosa orang lain, tapi semua
perbuatan kita akan di mintai pertanggung jawaban. Begitu juga dengan
goyangan – goyangan erotis yang berbuntut pada kemaksiatan. Mau tidak
mau dia harus mempertanggung jawabkan efek yang di timbulkan oleh
perbuatan itu.
Kebayang … ketika ‘pengadilan’ itu tiba ! Inul , Anisa Bahar, Dewi
Persik, Trio Macan, Duo Srikandi dan masih banyak pedangdut lain yang
menampilkan goyangan erotis harus berlama – lama menghadapi pengadilan
itu untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah mereka lakukan semasa
di dunia. Aku tidak sedang menjudge mereka, tapi bukankah memang begitu
yang tertuang dalam Al Qur’an ? Akan tidak berarti apa – apa sholat,
haji, dan sedekah yang mereka lakukan kalau efek dari perbuatan itu
justru menimbulkan kerusakan akhlak yang amat parah. Terutama INUL
DARATISTA yang menjadi pelopor (pelopor kok pelopor kerusakan akhlak
toh mbak…. !)
Sayang kalau tubuh yang indah jadi konsumsi publik (duuuh … nda !
suaminya aja ga protes. Qo elo protes segala siy ! ) Atas nama kaum
perempuan Muslimah aku merasa terhina dengan sepak terjang mereka.
ISLAM memuliakan wanita, tapi mereka malah merendahkan diri mereka
sendiri. Menjadikan diri mereka objek sex murahan yang bertopeng
profesionalisme dalam bekerja. Rasanya aku jadi malu banget punya
saudara seakidah yang tingkahnya justru menghina agamanya sendiri.
Agama apapun akan malu dengan apa yang anda lakukan !!
Para penyanyi dangdut erotis, udah deh.. cari kerja yang lebih
berkah. Kayanya jadi pembantu rumah tangga lebih terhormat di
bandingkan menggadaikan kehormatan seperti itu. Aku jadi ingat salah
satu tausiyah Aa Gym, semua perbuatan akan kembali pada pelakunya. Kira
– kira, gimana ya perasaan Inul dan kawan – kawan nya itu kalau melihat
anak mereka meniru profesi mereka, meliuk liukan tubuh dengan bangga
dan menjadi tontonan mata – mata nanar, atau yang paling ekstrem ketika
mungkin suatu saat anak mereka atau siapapun anggota keluarga yang
mereka punya menjadi korban kejahatan seks akibat goyangan – goyangan
erotis seperti yang mereka lakukan ? Waaaaaaaah… kata Aa, sukakah kalau
salah satu keluarga kita di zinai orang ? Siapa juga yang mau kan ??
ALLAH tidak tidur, dan ALLAH adalah pembalas segala perbuatan.
Perbuatan baik di ganjar dengan kebaikan, perbuatan buruk dan nista
mendapat ganjaran yang setimpal. Jadi kalau kehidupan mereka tidak
setenang yang lain, ya jangan ngeresulo … atau mengeluh. Itu adalah
buah dari perbuatan yang mereka lakukan selama ini. Emang enak, hidup
bergelimang harta tapi hati resah dan dihujat ? Mendingan biasa – biasa
aja deh… atau bergelimang harta tapi hati tenang… itu lebih asyik lagi
kan ? Umur ga tau sampai kapan, kenapa ga berhenti dari kemaksiatan
sebelum ajal menjemput. Jadi kita bisa pulang dalam keadaan lebih baik,
tidak dalam keadaan bermaksiat ! Naudzubillahi min dzalik…

create by Imanda Amalia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: